March 15, 2007...8:20 am

Marjinal Songs.

Jump to Comments

Ini dua buah lirik lagu yang saya ambil dari album Marjinal, sebuah band indie dari Jakarta. Saya mengutip lagu-lagu band ini dan menampilkannya di sini bukan karena saya ada hubungan dengan band ini (im not the manager of this band or even a fans of this group). Basically, saya bukan penikmat musik punk (aliran band ini) secara khusus. Dari foto saya yang ada di blog tentunya pembaca tahu aliran musik yang saya sukai. Tapi saya menyukai band ini sebab lagu-lagu mereka sangat tegas dan lugas untuk menyampaikan maksudnya (tak usah terlalu puitis seperti kebanyakan orang).

Ketika mendengarkan lagu-lagu dari band ini untuk pertama kalinya di Flameable Distro (Distronya Dede Flame – Elektro 98) saya langsung merenung sebab banyak hal yang berlangsung di sekitar kita yang tidak kita sadari. Mungkin karena band ini berasal dari Jakarta — yang notabene merupakan kota yang membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk hidup di dalamnya – sehingga mereka mampu menangkap realita hidup yang terjadi dan menuangkannya ke dalam lagu-lagu mereka.

So, tanpa banyak bicara lagi. I hope you enjoy it!

Horified Country

Originally written by Marjinal


lihatlah negeri kita

yang subur dan kaya raya

sawah ladang terhampar luas

samudera biru

tapi lihatlah negeri kita

yang tinggal hanyalah cerita

cerita dan cerita, terus cerita…

(cerita terus…)

pengangguran merebak luas

kemiskinan merajalela

pedagang kaki lima tergusur teraniaya

bocah-bocah kecil merintih

menghabiskan waktu di jalanan

buruh kerap dihadapi penderitaan

inilah negeri kita

alamnya kelam tiada berbintang

dari derita dan derita menderita…

(derita terus…)

sampai kapankah derita ini

yang kaya darah dan air mata

yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi

dinodai, dikangkangi, dikuasai, dijajah para penguasa rakus


Hospital-House of Pain Indeed!

Originally written by Marjinal


inilah yang terjadi korupsi dan kolusi

tuk memperkaya diri itu sudah tradisi

lihatlah di rumah sakit orientasinya duit

banyak pasien yang menjerit karena biaya mencekik

ngomong soal profesi uang yang diutamakan

janjinya kemanusiaan tapi hanya janji doang

kemanusiaan tidak dipikirkan

bila kau punya uang barulah lain urusan

kemanusiaan tidak dipikirkan

rumah sakit bayar dulu uang yang diutamakan

ternyata sumpah dan janji serta kata-kata hanyalah basa-basi

kau khianati negeri ini atas nama profesi

ooo… ini yang terjadi

ternyata banyak penjahat berpakaian rapi

ooo… ini yang terjadi

ternyata banyak penjahat di negeri sendiri

di rumah-rumah sakit birokrasinya berbelit

apalagi tak berduit kau pastikan dipersulit

persetan orang tak punya harga obat dimainkan

orang sakit diobyekkan semuanya pake bayaran

di rumah-rumah sakit banyak pasien menjerit

karena biaya mencekik lantaran ga punya duit

di rumah-rumah sakit banyak pasien menjerit

lantaran dipersulit dan dokternya pada singit

di rumah-rumah sakit, BRENGSEK!!!

di rumah-rumah sakit, NGEHE!!!

Well, saya ga akan kasih komentar di sini. Yang jelas saya lebih berharap komentar berasal dari pembaca sekalian. Semua sah-sah saja, asalkan atas pemikiran sendiri, dan dapat dipertanggungjawabkan. Btw, there is another songs of this band which i couldn’t add here. Itu semua karena keterbatasan telinga, soalnya lagu-lagu yang saya muat di sini saya ketik lirik lagunya berdasarkan lagu yang saya dengar dari mp3. Original cd-nya udah ilang, kata yang punya. So, be patient. Kalau ada waktu akan saya post lagi di blog. Atau buat rekan-rekan lain yang punya koleksi lebih lengkap, please send it to my e-mail.

NB : Band ini akan manggung di GrAnaT tanggal 31 Maret. Info lengkapnya di sekber FT.

11 Comments

  • Wah…menarik banget…
    Mungkin personel band ini pernah punya pengalaman yang sama kayak yang aku alami 3 tahun lalu.. KENA MALPRAKTEK dari ujung rambut ampe ujung kaki…
    Tapi, mau gimana lagi…tanpa uang dan koneksi jangan harap dapet pelayanan yang manis dari rumah sakit bahkan walaupun kita punya uang dan bayar mahal tetep aja pelayanannya memuakkan(berdasarkan pengalaman pribadi)..
    Jika pengen hal ini gak terjadi, satu2nya jalan adalah bahwa kita sendiri harus kritis dan jeli… (tapi kayaknya sulit deh, habis pendidikan di Indonesia kan mahal!!!)
    Aku setuju banget sama lagu ini, tapi dengan cara apapun kita menyuarakan, walaupun sampai menagis darah, klo yang disurah denger dan yg harus denger semuanya kuping tembok ya gak bakalan kesampaian…
    Tapi klo tembok itu didobrak oleh kekuatan yang besar(tindakan yang tulus dari semua komponen bangsa ini) mudah2an suatu saat akan roboh…

  • salam kenal bro..

    saya dengerin lagu2 mereka..saya ada kasetnya juga..

    klo bukan kita..siapa lagi yang peduli..

    go oi go..!!

  • Salam marjinal..

    lah,,PAAP ( Pol an**ng-an**ng Pol )

    kerren c0y

  • marjinal keren abiezzz q sk bgt ma u.
    q fans berat u !!!!!!
    pokoknya marjinal IS THE BEST!!!!!!!!!!!

  • ok banget buat marjinal, gua salut ma loe semua gua dukung loe sampai mati.

  • hallo marjinal ini aku yusuf anak magelang smua temen2 pada suka ma lagu lagu lho…!aku juga ngeven bgt ma marjinal.tolong dong kapan-kapan manggung dimagelang!!!!Smua lagu itu bernuansa indonesia banget dan sosialis..!!marjinal aku punya 2 album dr kamu.bye

  • perfecs habis bwt Lw, marjinalQ tetapLah exist,dari yusuf/cibrut

  • gua pengemar loe

    hidup marjinal your is the best!!!!!!!!!!!

  • your is the best!!!!!!!

  • marjinal gue salut ma lirik2 lo,kpn maen lg di PWT.

  • suara marjinal…….

    jerit-ronta rakyat yang terpendam…….

    ————————————————–
    gw suka lagu” marjinal coz liriknya membuka aib” para aparat yang keparat, improvisasinya gak ribet, ‘n powernya pas, puas gw klo bawain lagu” mereka waktu latihan.

    gw support marjinal, keep exist!!
    “salam dua jari”


Leave a Reply